Entri Populer

Selasa, 20 Maret 2012

PSAK 16 ASET TETAP


A.    Pengertian Aset Tetap
Aset tetap seringkali  merupakan komponen yang signifikan dalam Neraca Perusahaan. Aset Tetap bersifat tangible dan digunakan dalam jangka panjang.
Dalam PSAK 16 definisi Aset tetap adalah aset berwujud yang:
1.   Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
2.   Diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.
§  Berdasarkan definisi di atas, pengertian aset tetap mencakup :
1.   Tujuan penggunaan
2.   Lama digunakan.

B.     Pengakuan
Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika :
a)      Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
b)      Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Suku cadang dan peralatan pemeliharaan (service equipment) biasanya dicatat sebagai persediaan dan diakui dalam laba rugi pada saat dikonsumsi. Namun demikian, suku cadang utama dan peralatan siap pakai memenuhi kriteria aset tetap ketika entitas memperkirakan akan menggunakan aset tersebut selama lebih dari satu periode. Sama halnya jika suku cadang dan peralatan pemeliharaan yang hanya bisa digunakan untuk suatu aset tetap tertentu, hal ini juga dicatat sebagai aset tetap.
Pernyataan ini tidak menentukan unit ukuran dalam pengakuan suatu aset tetap. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan dalam penerapan kriteria pengakuan yang sesuai dengan kondisi tertentu entitas. Pertimbangan tersebut tepat terhadap agregasi unit-unit yang secara individual tidak signifikan, seperti cetakan dan perkakas, kemudian menerapkan kriteria atas nilai agregrat tersebut.
Entitas harus mengevaluasi berdasarkan prinsip pengakuan ini terhadap semua biaya perolehan aset tetap pada saat terjadinya. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya awal untuk memperoleh atau mengkonstruksi aset tetap dan biaya-biaya selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti, atau memperbaikinya.

Kriteria pengakuan
untuk :
Biaya Perolehan Awal
Biaya setelah Perolehan Awal
Lama
Kriteria
Berbeda

Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas
Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Menambah masa manfaat
Menambah kapasitas

Sekarang
Kriteria Sama

Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut kan mengalir ke entitas
Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal
Biaya yang tidak memenuhi kriteria masuk ke laporan laba rugi

C.    Pengukuran Awal
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan.
Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:
a)   Purchase Price Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lain;
b)   Directly Attributable Cost
Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen
c) Dismantling Cost
Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul
        Ketika aset tersebut diperoleh, atau
        Karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.
Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:
(a)    Biaya imbalan kerja (seperti didefinisikan dalam PSAK 24 (revisi 2010) : Imbalan Kerja yang timbul secara langsung dari pembangunan atau akuisisi aset tetap;
(b)   Biaya penyiapan lahan untuk pabrik;
(c)    Biaya handling dan penyerahan awal;
(d)   Biaya perakitan dan instalasi;
(e)    Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil bersih penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan pengujian tersebut (misalnya, contoh produk dihasilkan dari peralatan yang sedang diuji); dan
(f)    komisi profesional.

Contoh biaya-biaya yang bukan merupakan biaya perolehan aset tetap adalah:
(a) Biaya pembukaan fasilitas baru;
(b) Biaya pengenalan produk baru (termasuk biaya iklan dan aktivitas promosi);
(c) Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru atau kelompok pelanggan baru (termasuk biaya pelatihan staf); dan
(d) Administrasi dan biaya overhead umum lainnya.

Pengakuan terhadap biaya-biaya dalam jumlah tercatat suatu aset tetap dihentikan ketika aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan intensi manajemen. Oleh karena itu, biaya pemakaian dan pengembangan aset tidak dimasukkan ke dalam jumlah tercatat aset tersebut. Sebagai contoh, biaya-biaya berikut ini tidak termasuk di dalam jumlah tercatat suatu aset tetap:
(a)  Biaya-biaya yang terjadi ketika suatu aset telah mampu beroperasi sesuai dengan intensi manajemen namun belum dipakai atau masih beroperasi di bawah kapasitas penuhnya;
(b)  Kerugian awal operasi, seperti ketika permintaan terhadap keluaran (output) masih rendah; dan
(c)  Biaya relokasi atau reorganisasi sebagian atau seluruh operasi entitas.

Contoh
PT. Melati menyewa gedung selama 5 tahun mulai tahun 2010. Perusahaan mengeluarkan uang sebear 500 juta untuk membuat partisi ruang tersebut sesuai keinginan perusahaan.
Dalam kontrak disebutkan bahwa perusahaan harus mengembalikan ruangan seperti  kondisi semula. Biaya untuk melakukan restorari sebeasr 60 juta dengan tingkat diskon yang berlaku 6%.
Biaya untuk partisi ruangan sebesar 500juta ditambah biaya untuk membongkar kembali partisi tersebtu harus ditambahkan sebagai biaya aset tetap.
            60 juta : (1 + 6%)5 = 44,835 jt)
Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:
Dr        Aset Tetap       544,835jt
Cr                    Kas                  500,000jt
                        Kewajiban                   44,835jt

Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam rangka peluncuran produk barunya:
1.      50 juta biaya tenaga kerja untuk membetulkan interior pabrik agar sesuai dengan penggunaan
2.      100 juta untuk penyiapan lokasi pabrik
3.       5 milyar untuk pembelian mesin
4.      60 juta untuk pengiriman mesin
5.      Biaya promosi produk baru 950 juta
6.      Biaya instalasi mesin sebesar 55 juta
7.      Biaya pengetesan awal 40 juta
8.      Biaya grand opening 30 juta
9.      Biaya tenaga enginering yang melakukan pengetesan dan instalasi 20 juta
10.  Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 25 juta

Diskusikan mana yang merupakan komponen biaya perolehan.
§  Biaya dari pembukaan pabrik tersebut sebesar 5,325  milyar
§  Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan perolehan dan pemasangan mesin pabrik tersebut tidak boleh diakui.
§  Biaya yang tidak boleh dimasukkan adalah:
1.      Biaya grand opening 30 juta
2.      Biaya promosi produk baru 950 juta
3.      Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya overhead 25 juta

Pengukuran Biaya Perolehan
Biaya perolehan aset tetap adalah setara dengan nilai tunai yang  diakui pada saat terjadinya. Jika pembayaran suatu aset ditangguhkan hingga melampaui jangka waktu kredit normal, perbedaan antara nilai tunai dengan pembayaran total diakui sebagai beban bunga selama periode kredit kecuali dikapitalisasi sesuai dengan PSAK 26 (revisi 2008): Biaya Pinjaman.
Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali:
Commercial Substance
Transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau
Fair Value of Exchanged Asset
Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal
Aset yang diperoleh diukur dengan cara seperti di atas bahkan jika entitas tidak dapat dengan segera menghentikan pengakuan asset yang diserahkan. Jika aset yang diperoleh tidak dapat diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

Entitas menentukan apakah suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial atau tidak dengan mempertimbangkan sejauh mana arus kas masa depan diharapkan dapat berubah sebagai akibat dari transaksi tersebut. Suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial jika:
(a)  konfigurasi (contohnya risiko, waktu, dan jumlah)    arus kas atas    asset yang diterima berbeda dari            konfigurasi dari aset yang diserahkan; atau
(b)  nilai spesifik    entitas dari bagian operasi entitas yang dipengaruhi oleh perubahan transaksi sebagai akibat dari pertukaran; dan
(c)  selisih  di (a)   atau (b) adalah relatif  signifikan terhadap nilai wajar dari asset yang dipertukarkan.
Untuk tujuan menentukan apakah transaksi pertukaran memiliki substansi komersial,    nilai spesifik entitas dari bagian operasi entitas yang dipengaruhi oleh transaksi mencerminkan arus kas setelah pajak. Hasil analisis ini dapat menjadi jelas tanpa entitas melakukan perhitungan lebih rinci.
Nilai wajar aset dapat diukur secara andal meskipun tidak ada transaksi pasar yang sejenis, jika:
(a) variabilitas rentang estimasi nilai wajar yang masuk akal (wajar) untuk asset tersebut tidak  signifikan;atau
(b) probabilitas dari  berbagai estimasi dalam rentang tersebut dapat dinilai secara rasional dan digunakan dalam mengestimasi nilai wajar.
Jika entitas dapat menentukan nilai wajar secara andal, baik dari aset yang diterima atau diserahkan, maka nilai wajar dari aset yang diserahkan digunakan untuk mengukur biaya perolehan dari aset yang diterima kecuali jika nilai wajar aset yang diterima lebih jelas.

D.    Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Entitas memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansinya dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.
·         Model Biaya (Cost Model)
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset.
·         Model Revaluasi (Revaluation Model)
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.

Nilai Wajar
Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction).
Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan.
Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar (arm’s length transaction).
Appraisal
Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, maka
Þ    Entitas perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan
penghasilan atau
depreciated replacement cost.

Penentuan Nilai Wajar
·         Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional berdasarkan bukti pasar.
·         Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.
·         Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai wajar karena sifat dari aset tetap yang khusus dan jarang diperjual-belikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, maka entitas mungkin perlu mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan penghasilan atau biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost approach).

Frekuensi Penilaian
  • Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap yang direvaluasi.
  • Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan.
  • Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan.
  • Revaluasi tahunan seperti itu tidak perlu dilakukan apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan.
  • Namun demikian, asset tersebut mungkin perlu direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.

Revaluation Model
Revaluasi harus dilakukan secara reguler
        Untuk  memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca.
Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan salah satu cara berikut ini:
(a) disajikan kembali secara porposional dengan perubahan dalam jumlah tercatat bruto aset sehingga jumlah tercatat aset setelah revaluasi sama dengan jumlah revaluasiannya. Metode ini sering digunakan apabila aset direvaluasi dengan cara memberi indeks untuk menentukan biaya pengganti yang telah disusutkan.
(b) dieliminasi terhadap jumlah tercatat bruto aset dan jumlah tercatat neto setelah eliminasi disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari aset tersebut. Metode ini sering digunakan untuk bangunan.

Contoh :
Metode Proporsional
Aset senilai $ 10.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2008 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2008 nilai wajar aset adalah $ 12.000.
1/1/08                    Aset tetap                                            10,000
                                          Kas                                                                  10,000
31/12/08                Beban Penyusutan                              2,000
                                          Akumulasi Penyusutan                                   2,000
31/12/08                Aset Tetap                                           5,000
                                           Akumulasi Penyusutan                                  1,000*
                                          Surplus Revaluasi                                            4,000
*((12.000-8.000)/8.000) x 2.000

Metode Eliminasi
Aset senilai $ 10.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2008 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2008 nilai wajar aset adalah $ 12.000.
1/1/08                    Aset tetap                                            10,000
                                          Kas                                                                  10,000
31/12/08                Beban Penyusutan                              2,000
                                          Akumulasi Penyusutan                                   2,000
31/12/08                Akumulasi Penyusutan                       2,000
                                          Aset Tetap                                                       2,000
                              Aset Tetap                                           4,000
                                          Surplus Revaluasi                                            4,000


Keterangan
Enteri Class
Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi.
To equity directly
Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun, kenaikan tersebut harus diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam  laba rugi.
Negative to P/L
Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, maka penurunan tersebut diakui dalam laba rugi. Namun, penurunan nilai tercatat diakui dalam pendapatan komprehensif lain selama penurunan tersebut tidak melebihi saldo kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain mengurangi akumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi.

  • Surplus revaluasi yang disajikan di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.
  • Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized)
§  Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan. (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis)
Dr        Surplus Revaluasi
Cr        Saldo Laba

Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi.

E.     Penyusutan (Depresiasi)
Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life).
Setiap bagian dari aset tetap yang memiliki biaya perolehan cukup signifikan terhadap total biaya perolehan seluruh aset harus disusutkan secara terpisah. Entitas mengalokasikan jumlah pengakuan awal aset pada bagian aset tetap yang signifikan dan menyusutkan secara terpisah setiap bagian tersebut. Misalnya, adalah tepat untuk menyusutkan secara terpisah antara badan pesawat dan mesin pada pesawat terbang, baik yang dimiliki sendiri maupun yang berasal dari sewa pembiayaan.
Suatu bagian yang signifikan dari aset tetap mungkin memiliki umur manfaat dan metode penyusutan yang sama dengan umur manfaat dan metode penyusutan bagian signifikan lainnya dari aset tersebut Bagian-bagian tersebut dapat dikelompokkan menjadi satu dalam menentukan beban penyusutan.
Sepanjang entitas menyusutkan secara terpisah beberapa bagian dari aset tetap, maka entitas juga menyusutkan secara terpisah bagian yang tersisa. Bagian yang tersisa terdiri atas bagian yang tidak signifikan secara individual. Jika entitas memiliki ekspektasi bervariasi untuk bagian tersebut, maka teknik penaksiran tertentu diperlukan untuk menentukan penyusutan bagian yang tersisa sehingga mampu mencerminkan pola penggunaan dan atau umur manfaat dari bagian tersebut. Entitas dapat juga memilih untuk menyusutkan secara terpisah bagian dari aset yang biaya perolehannya tidak signifikan terhadap total biaya perolehan aset tersebut. Beban penyusutan untuk setiap periode harus diakui dalam laba rugi kecuali jika beban tersebut dimasukkan dalam jumlah tercatat aset lainnya.

Jumlah Tersusutkan dan Periode Penyusutan
·         Jumlah tersusutkan dari suatu aset dialokasikan secara sistematis sepanjang umur manfaatnya.
·         Nilai residu dan umur manfaat setiap aset tetap di-review minimum setiap akhir tahun buku dan apabila ternyata hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai dengan PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan.

Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap digunakan
        Pada saat aset berada di lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.
Penyusutan aset dihentikan lebih awal ketika:
        Diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual; dan
        Aset dihentikan pengakuannya.
Implikasinya, penyusutan tidak dihentikan sekalipun asset :
-          Sedang tidak digunakan atau
-          Dihentikan penggunaannya
Tanah dan bangunan diperlakukan sebagai aset terpisah walaupun diperoleh sekaligus.
Manfaat ekonomi masa depan melekat pada aset yang dikonsumsi oleh entitas terutama melalui penggunaan aset itu sendiri. Namun, beberapa faktor lain seperti keusangan teknis, keusangan komersial dan keausan selama aset tersebut tidak terpakai, sering mengakibatkan menurunnya manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari aset tersebut. Berkaitan dengan halhal tersebut di atas, seluruh faktor berikut ini diperhitungkan dalam menentukan umur manfaat dari setiap aset:
(a)     ekspektasi daya pakai dari aset. Daya pakai atau daya guna tersebut dinilai dengan merujuk pada ekspektasi kapasitas aset atau keluaran fisik dari aset;
(b)     ekspektasi tingkat keausan fisik, yang tergantung pada faktor pengoperasian aset tersebut seperti jumlah penggiliran (shift) penggunaan aset dan program pemeliharaan aset dan perawatannya, serta perawatan dan pemeliharaan aset pada saat aset tersebut tidak digunakan (menganggur);
(c)     keusangan teknis dan keusangan komersial yang diakibatkan oleh perubahan atau peningkatan produksi, atau karena perubahan permintaan pasar atas produk atau jasa yang dihasilkan oleh aset tersebut; dan
(d)    pembatasan penggunaan aset karena aspek hukum atau peraturan tertentu, seperti berakhirnya waktu penggunaan sehubungan dengan sewa.

Umur manfaat aset ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan oleh entitas. Kebijakan manajemen aset suatu entitas dapat meliputi pelepasan aset yang bersangkutan setelah jangka waktu tertentu atau setelah pemanfaatan sejumlah proporsi tertentu dari manfaat ekonomik masa depan yang melekat pada aset. Oleh karena itu, umur manfaat dari suatu aset dapat lebih pendek dari umur manfaat dari aset tersebut. Estimasi umur manfaat suatu aset merupakan hal yang membutuhkan pertimbangan berdasarkan pengalaman entitas terhadap aset yang serupa.

Metode Penyusutan
Metode penyusutan yang digunakan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
§  Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas.
§  Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan
§  Perubahan metode diperlakukan sebagai perubahan estimasi.

Metode Penyusutan
Keterangan
Garis Lurus
Menghasilkan pembebanan yang tetap sepanjang umur manfaat selagi nilai residu tidak berubah
Saldo Menurun
Menghasilkan pembebanan yang menurun sepanjang umur manfaat
Jumlah Unit
Menghasilkan pembebanan berdasarkan penggunaan

F.     Penurunan Nilai
PSAK 48 menetapkan bahwa: rugi penurunan nilai diakui jika jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan.
Rugi penurunan nilai adalah suatu jumlah yang merupakan selisih lebih nilai tercatat suatu aset atau unit penghasil kas atas jumlah terpulihkannya.
Jumlah tercatat adalah jumlah yang diakui untuk suatu aset setelah dikurangi akumulasi penyusutan (amortisasi) dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan dan nilai pakainya.
Kompensasi untuk Penurunan Nilai
             Kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang atau dihentikan dimasukkan dalam laba rugi pada saat kompensasi diakui menjadi piutang.
Penurunan nilai atau kerugian aset tetap, klaim atas atau pembayaran kompensasi dari pihak ketiga dan pembelian atau konstruksi selanjutnya atas penggantian aset adalah peristiwa ekonomi yang terpisah dan dicatat secara terpisah dengan ketentuan sebagai berikut:
(a)  penurunan nilai aset tetap diakui sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset;
(b)  penghentian pengakuan aset tetap yang usang atau dilepas ditentukan sesuai dengan Pernyataan ini;
(c)  kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami penurunan nilai, hilang atau dihentikan harus dimasukkan dalam penentuan laba rugi pada saat kompensasi diakui pada saat menjadi piutang; dan
(d)  biaya perolehan aset tetap yang diperbaiki, dibeli atau dikonstruksi sebagai penggantian ditentukan sesuai dengan Pernyataan ini.

G.    Penghentian Pengakuan
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat:
(a)  dilepas; atau
(b)  ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap dimasukkan dalam laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali PSAK 30: Sewa mengharuskan perlakuan yang berbeda dalam hal transaksi jual dan sewa-balik). Keuntungan tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap ditentukan sebesar pendapatan antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatat dari aset tersebut.
Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian aset tetap
1.      Sesuai dengan prisip pengakuan (par 7),
·      Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam jumlah tercatat aset,
·      Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis, biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang digantikan .
2.      Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan antara :
·      Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan
·      Jumlah tercatat dari aset.

H.    Pengungkapan
Laporan keuangan mengungkapkan, untuk setiap kelompok aset tetap:
(a)  dasar pengukuran yang digunakan dalam menentukan jumlah tercatat bruto;
(b)  metode penyusutan yang digunakan;
(c)  umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;
(d)             jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (dijumlahkan dengan akumulasi rugi penurunan nilai) pada awal dan akhir periode; dan
(e) rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan:
(i)       penambahan;
(ii)      aset diklasifikasi sebagai tersedia untuk dijual atau termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual sesuai PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan dan pelepasan lainnya;
(iii)     akuisisi melalui kombinasi bisnis;
(iv)     peningkatan atau penurunan akibat dari revaluasi sesuai paragraf 31, 39, dan 40 serta dari rugi penurunan nilai yang diakui atau dijurnal balik dalam pendapatan komprehensif lain sesuai PSAK No. 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset;
(v)      rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi sesuai PSAK 48;
(vi)     rugi penurunan nilai yang dijurnal balik dalam laba rugi sesuai PSAK 48;
(vii)    penyusutan;
(viii)   selisih nilai tukar neto yang timbul dalam penjabaran laporan keuangan dari mata uang fungsional menjadi mata uang pelaporan yang berbeda, termasuk penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri menjadi mata uang pelaporan dari entitas pelapor; dan
(ix)     perubahan lain.

Jika aset tetap disajikan pada jumlah revaluasian, hal berikut diungkapkan:
(a)  tanggal efektif revaluasi;
(b)  apakah penilai independen dilibatkan;
(c)  metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar aset;
(d) penjelasan mengenai nilai wajar aset yang ditentukan secara langsung berdasarkan harga terobservasi (observable prices) dalam suatu pasar aktif atau transaksi pasar terakhir yang wajar atau diestimasi menggunakan teknik penilaian lainnya;
(e)  untuk setiap kelompok aset tetap, jumlah tercatat aset seandainya aset tersebut dicatat dengan model biaya; dan
(f)  surplus revaluasi, yang menunjukkan perubahan selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi kepada pemegang saham.

Transisi dan Tanggal Efektif
·         Transisi
Entitas menerapkan perubahan ruang lingkup terkait akuntansi properti yang dikonstruksi atau dikembangkan untuk digunakan dimasa depan sebagai properti investasi secara prospektif sesuai dengan perubahan dalam PSAK 13 (revisi 2011): Properti Investasi.
·         Efektif setelah tanggal 1 Januari 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar